Terjemahan Kemenag 2019 Surat At-Taubah
Terjemahan Surat At-Taubah
1. (Inilah pernyataan)
pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) kepada orang-orang
musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka (untuk tidak saling
berperang).
2. Berjalanlah kamu
(kaum musyrik) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat
melemahkan Allah. Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
3. Suatu maklumat dari
Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar319) bahwa
sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Jika
kamu (kaum musyrik) bertobat, itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling,
ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Berilah kabar ‘gembira’
(Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur (bahwa mereka akan mendapat) azab
yang pedih.
319) Para mufasir berbeda pendapat tentang pengertian haji
akbar pada ayat ini. Ada yang mengatakannya hari nahar, ada yang mengatakannya
hari Arafah. Yang dimaksud dengan haji akbar di sini adalah haji yang terjadi
pada tahun ke-9 Hijriah.
4. (Ketetapan itu
berlaku,) kecuali atas orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian
dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak
(pula) mereka membantu seseorang pun yang memusuhi kamu. Maka, terhadap mereka
itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertakwa.
5. Apabila bulan-bulan
haram telah berlalu,320) bunuhlah (dalam peperangan) orang-orang musyrik (yang
selama ini menganiaya kamu) di mana saja kamu temui! Tangkaplah dan kepunglah
mereka serta awasilah di setiap tempat pengintaian! Jika mereka bertobat dan
melaksanakan salat serta menunaikan zakat, berilah mereka kebebasan.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
320) Yang dimaksud dengan bulan haram di sini adalah masa
empat bulan yang menjadi tenggat bagi kaum musyrik pada waktu itu, yaitu mulai
10 Zulhijah (hari turunnya ayat ini) sampai dengan 10 Rabiulakhir.
6. Jika seseorang di
antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi
Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian
antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya
mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.
7. Bagaimana mungkin
ada perjanjian (damai) untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya,
kecuali untuk orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian (Hudaibiah) dengan
mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadapmu, berlaku
luruslah pula kamu terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang bertakwa.
8. Bagaimana (mungkin
ada perjanjian demikian,) padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu,
mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak pula
(mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka,
sedangkan hati mereka enggan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
9. Mereka menukarkan
ayat-ayat Allah dengan harga yang murah lalu mereka menghalangi (manusia) dari
jalan-Nya. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
10. Mereka tidak
memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula
mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
11. Jika mereka
bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu
seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang
mengetahui.
12. Jika mereka
melanggar sumpah sesudah perjanjian mereka dan menistakan agamamu, perangilah
para pemimpin kekufuran itu karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang
tidak dapat dipegang sumpahnya supaya mereka berhenti (dari kekufuran dan
penganiayaan).
13. Mengapa kamu tidak
(bersegera) memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah (perjanjian-perjanjian)
mereka, padahal mereka (dahulu) berkemauan keras mengusir Rasul dan mereka yang
mulai memerangi kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Allahlah
yang lebih berhak kamu takuti jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.
14. Perangilah mereka!
Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu,
menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum
mukmin
15. dan menghilangkan
kemarahan (dari) hati mereka (orang-orang mukmin). Allah menerima tobat siapa
yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
16. Apakah kamu mengira
bahwa kamu akan dibiarkan (tanpa diuji), padahal Allah belum mengetahui (dalam
kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak menjadikan selain
Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
17. Tidaklah pantas
bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka
bersaksi bahwa diri mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka
dan di dalam nerakalah mereka kekal.
18. Sesungguhnya yang
(pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada
Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut
(kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk
golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
19. Apakah kamu jadikan
(orang yang melaksanakan tugas) pemberian minuman (kepada) orang yang
menunaikan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman
kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di
hadapan Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
20. Orang-orang yang
beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa
mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang
beruntung.
21. Tuhan mereka
memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta
surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya.
22. Mereka kekal di
dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang sangat
besar.
23. Wahai orang-orang
beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai
pelindung321) jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di
antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang
yang zalim.
321) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.
24. Katakanlah (Nabi
Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu,
pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan
perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu
sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di
jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak
memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
25. Sungguh, Allah
benar-benar telah menolong kamu (orang-orang mukmin) di medan peperangan yang
banyak dan pada hari (perang) Hunain ketika banyaknya jumlahmu menakjubkanmu
(sehingga membuatmu lengah). Maka, jumlah kamu yang banyak itu tidak memberi
manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu
kemudian kamu lari berbalik ke belakang (bercerai-berai).
26. Kemudian, Allah
menurunkan ketenangan (dari)-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang
mukmin, serta menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa
orang-orang yang kafir. Itulah balasan terhadap orang-orang kafir.
27. Setelah itu, Allah
menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
28. Wahai orang-orang
yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh
karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini.322)
Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah
nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
322) Setelah tahun 9 H. orang-orang musyrik tidak
diperbolehkan mengerjakan haji dan umrah, atau memasuki masjid dan daerah haram
menurut pendapat yang lain, baik untuk haji dan umrah maupun untuk keperluan
yang lain.
29. Perangilah
orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan
(menjauhi) apa yang telah diharamkan (oleh) Allah dan Rasul-Nya, dan tidak
mengikuti agama yang hak (Islam), yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab
(Yahudi dan Nasrani) hingga mereka membayar jizyah323) dengan patuh dan mereka
tunduk.324)
323) Jizyah adalah imbalan atau balasan atas rasa aman dan
fasilitas yang diperoleh penganut agama Yahudi, Nasrani, dan lainnya yang hidup
di negara Islam.
324) Ayat ini dan ayat-ayat yang senada berlaku dalam situasi
perang agama, bukan dalam situasi damai.
30. Orang-orang Yahudi
berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra
Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan
orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka
sampai berpaling?
31. Mereka menjadikan
para rabi (Yahudi) dan para rahib (Nasrani) sebagai tuhan-tuhan selain
Allah325) serta (Nasrani mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam. Padahal, mereka
tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan
selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
325) Maksudnya, mereka mematuhi ajaran yang telah ditetapkan
oleh para rabi dan rahib, meskipun bertentangan dengan ajaran Allah Swt.
32. Mereka hendak
memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi
Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang
kafir itu tidak menyukai.
33. Dialah yang
mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya
atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
34. Wahai orang-orang
yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan
harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang
yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah,
berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang
pedih
35. pada hari ketika
(emas dan perak) itu dipanaskan dalam neraka Jahanam lalu disetrikakan (pada)
dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan), “Inilah apa (harta) yang
dahulu kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak diinfakkan). Maka, rasakanlah
(akibat dari) apa yang selama ini kamu simpan.”
36. Sesungguhnya
bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan,326) (sebagaimana) ketetapan
Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di
antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka
janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah
orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
326) Allah Swt. menetapkan periode orbit bumi mengitari
matahari selama setahun yang setara dengan dua belas bulan, yaitu dua belas
kali ketampakan bulan sabit akibat bulan mengitari bumi. Keteraturan periode
waktu inilah yang menjadi patokan untuk perhitungan waktu.
37. Sesungguhnya
pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekufuran. Orang-orang yang kufur
disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan
mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan
dengan bilangan yang diharamkan Allah, sehingga mereka menghalalkan apa yang
diharamkan Allah. (Oleh setan) telah dijadikan terasa indah bagi mereka
perbuatan-perbuatan buruk mereka itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum
yang kafir.
38. Wahai orang-orang
yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk
berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan)
dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal,
kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat
hanyalah sedikit.
39. Jika kamu tidak
berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang
pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan
merugikan-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
40. Jika kamu tidak
menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika
orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua
orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya,
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah
menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala
tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang
kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang
paling tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
41. Berangkatlah kamu
(untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan
berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah
lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
42. Sekiranya (yang
kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan
perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu. Akan tetapi,
(mereka enggan karena) tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka.
Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Seandainya kami sanggup niscaya
kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri327) dan Allah
mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong.
327) Maksud dari membinasakan diri sendiri dalam ayat ini
adalah bahwa mereka akan binasa disebabkan sumpah palsu dan kebohongan mereka.
43. Allah memaafkanmu
(Nabi Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi
berperang) sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan
sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
44. Orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak akan meminta izin kepadamu untuk
(tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah Maha Mengetahui
orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang
meminta izin kepadamu (Nabi Muhammad untuk tidak berjihad) hanyalah orang-orang
yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan hati mereka ragu, karena
itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.
46. Seandainya mereka
mau berangkat (sejak semula), niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk
keberangkatan itu. Akan tetapi, (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah
tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan
dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal
itu.”
47. Seandainya mereka
keluar bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)-mu, malah hanya
akan membuat kekacauan dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah
barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu), sedang di antara kamu ada
orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah Maha
Mengetahui orang-orang yang zalim.
48. Sungguh, sebelum
itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka
membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk
(mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan
menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak
menyukainya.
49. Di antara mereka
ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah
engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa
mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah.
Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.
50. Jika engkau (Nabi
Muhammad) mendapat kebaikan (maka) itu menyakitkan mereka. Akan tetapi, jika
engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah
berhati-hati (dengan tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan
(perasaan) gembira.
51. Katakanlah (Nabi
Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah
bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang
mukmin bertawakal.
52. Katakanlah (Nabi
Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu (kedatangannya) bagi kami,
kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Sebaliknya,)
kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari
sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami
menunggu (pula) bersamamu.”
53. Katakanlah (Nabi
Muhammad), “(Wahai orang-orang munafik,) infakkanlah (hartamu) baik dengan
sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa infak itu)
sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah) dari kamu. Sesungguhnya kamu
adalah kaum yang fasik.”
54. Tidak ada yang
menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak
melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan
(harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
55. (Oleh karena itu,)
janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hendak
menyiksa mereka dengan itu dalam kehidupan dunia dan kelak nyawa mereka keluar
dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
56. Mereka (orang-orang
munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk
golonganmu, padahal mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah kaum
yang sangat takut (kepadamu).
57. Seandainya mereka
memperoleh tempat berlindung, gua-gua, atau lubang-lubang (dalam tanah),
niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
58. Di antara mereka
ada yang mencela engkau (Nabi Muhammad) dalam hal (pembagian) sedekah-sedekah
(zakat atau rampasan perang). Jika mereka diberi sebagian darinya, mereka
bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, dengan serta merta mereka
marah.
59. Seandainya mereka
benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan
Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada
kami sebagian dari karunia-Nya, dan (demikian pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya
kami adalah orang-orang yang selalu hanya berharap kepada Allah.”
60. Sesungguhnya zakat
itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat,
orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba
sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan
untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan),
sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
61. Di antara mereka
(kaum munafik) ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad) dan mengatakan,
“Dia adalah telinga (yang menampung dan memercayai semua apa yang didengarnya
tanpa seleksi).” Katakanlah, “(Nabi Muhammad adalah) telinga yang baik bagi
kamu, dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi
rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Orang-orang yang
menyakiti Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih.
62. Mereka (orang-orang
munafik) bersumpah kepadamu (kaum muslim) dengan (nama) Allah untuk membuat
kamu rida, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka (raih) keridaan-Nya
jika mereka adalah orang-orang beriman.
63. Tidakkah mereka
(orang-orang munafik) mengetahui bahwa siapa yang menentang Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya. Dia kekal di dalamnya.
Itulah kehinaan yang besar.
64. Orang-orang munafik
khawatir jika diturunkan suatu surah yang mengungkapkan apa yang ada dalam hati
mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Olok-oloklah (Allah, Rasul-Nya, dan orang
beriman sesukamu). Sesungguhnya Allah pasti akan menampakkan apa yang kamu
khawatirkan itu.”
65. Sesungguhnya jika
kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami
hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap
Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
66. Tidak perlu kamu
membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami
memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan
mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang berbuat dosa.
67. Orang-orang munafik
laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain (adalah sama saja). Mereka
menyuruh (berbuat) mungkar dan mencegah (berbuat) makruf. Mereka pun
menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah
melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang
fasik.
68. Allah telah
mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir
dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi
mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal.
69. (Kamu, orang-orang
munafik,) seperti orang-orang sebelummu. Mereka lebih kuat daripada kamu dan
lebih banyak harta dan anak-anaknya. Mereka telah menikmati bagiannya dan kamu
telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati
bagiannya. Kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka
mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka
itulah orang-orang yang rugi.
70. Apakah tidak sampai
kepada mereka berita (tentang) orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh,
‘Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (kaum Lut) yang kota-kotanya
dijungkirbalikkan? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa
bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan pernah menzalimi mereka, tetapi
merekalah yang selalu menzalimi diri sendiri.
71. Orang-orang mukmin,
laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang
lain.328) Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar,
menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka
akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.
328) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.
72. Allah telah
menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang
sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat
yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.
73. Wahai Nabi,
berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap
keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahanam. (Itulah)
seburuk-buruk tempat kembali.
74. Mereka (orang-orang
munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu
yang menyakiti Nabi Muhammad). Sungguh, mereka benar-benar telah mengucapkan
perkataan kekafiran (dengan mencela Nabi Muhammad) dan (karenanya) menjadi
kafir setelah berislam. Mereka menginginkan apa yang tidak dapat mereka
capai.329) Mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah
melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka bertobat, itu lebih
baik bagi mereka. Jika berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan
azab yang pedih di dunia dan akhirat. Mereka tidak mempunyai pelindung dan
tidak (pula) penolong di bumi.
329) Mereka ingin membunuh Nabi Muhammad saw.
75. Di antara mereka
ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia memberikan
sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah
dan niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”
76. Akan tetapi, ketika
Allah menganugerahkan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi
kikir dan berpaling seraya menjadi penentang (kebenaran).
77. Maka, (akibat
kekikiran itu) Dia menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada hari
mereka menemui-Nya karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka
ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
78. Tidakkah mereka
mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang gaib?
79. Orang-orang
(munafik) yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan
sukarela, (mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (untuk disedekahkan)
selain kesanggupannya, lalu mereka mengejeknya. Maka, Allah mengejek mereka dan
bagi mereka azab yang sangat pedih.
80. (Sama saja) engkau
(Nabi Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan
bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali,
Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Demikian itu karena mereka
kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum
yang fasik.
81. Orang-orang yang
ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah
kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta
dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu
berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad),
“Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami.
82. Maka, biarkanlah
mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai
balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.
83. Maka, jika Allah
memulangkanmu (Nabi Muhammad) ke satu golongan dari mereka (orang-orang
munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang),
katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh
memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya sejak semula kamu telah rida duduk
(tidak berperang). Oleh karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang
yang tidak ikut (berperang).”
84. Janganlah engkau
(Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka
(orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di
atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka
mati dalam keadaan fasik.
85. Janganlah harta dan
anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya dengan (sebab harta dan anak)
itu Allah berkehendak untuk menyiksa mereka di dunia dan (membiarkan) nyawa
mereka melayang dalam keadaan kafir.
86. Apabila diturunkan
suatu surah (yang memerintahkan orang-orang munafik), “Berimanlah kepada Allah
dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang berkemampuan di
antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata,
“Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”
87. Mereka rida berada
bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.330) Hati mereka telah dikunci
sehingga tidak memahami.
330) Orang yang tidak pergi berperang dalam ayat ini adalah
perempuan, anak-anak, orang yang lemah, sakit, dan berusia lanjut.
88. Akan tetapi, Rasul
dan orang-orang yang beriman bersamanya berjihad dengan harta dan jiwanya.
Mereka memperoleh berbagai kebaikan. Mereka (pula)-lah orang-orang yang
beruntung.
89. Allah telah
menyediakan bagi mereka surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Mereka
kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.
90. Orang-orang Arab
Badui yang membuat-buat alasan datang (kepada Nabi) agar diberi izin (untuk
tidak berperang). Adapun orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya duduk
berdiam (tidak mengemukakan alasan). Kelak orang-orang yang kufur di antara
mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.
91. Tidak ada dosa
(karena tidak pergi berperang) bagi orang-orang yang lemah, sakit, dan yang
tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan, jika mereka ikhlas kepada
Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan apa pun untuk (menyalahkan) orang-orang
yang berbuat baik. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
92. Tidak (ada dosa)
pula bagi orang-orang yang ketika datang kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau
menyediakan kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak
mendapatkan kendaraan untuk membawamu.” Mereka pergi dengan bercucuran air mata
karena sedih sebab tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut
berperang).
93. Sesungguhnya
satu-satunya celah (untuk menyalahkan) adalah kepada orang-orang yang meminta
izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang mampu. Mereka
rida berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang. Allah telah mengunci
hati mereka sehingga mereka tidak mengetahui.
94. Mereka (orang-orang
munafik yang tidak ikut berperang) akan membuat-buat alasan kepadamu ketika
kamu telah pulang kepada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Janganlah kamu
membuat-buat alasan. Kami tidak percaya lagi kepadamu. Sungguh, Allah telah
memberitahukan kepada kami sebagian berita (tentang) kamu. Allah akan melihat
pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya. Kemudian, kamu dikembalikan kepada
(Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia
memberitakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
95. Mereka akan
bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar
kamu berpaling dari mereka. Maka, berpalinglah dari mereka. Sesungguhnya mereka
(berjiwa) kotor dan tempat mereka (neraka) Jahanam sebagai balasan atas apa
yang selama ini mereka kerjakan.
96. Mereka akan
bersumpah kepadamu agar kamu rida kepada mereka. Namun, sekalipun kamu rida
kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak akan rida kepada kaum yang fasik.
97. Orang-orang Arab
Badui lebih kuat kekufuran dan kemunafikannya, serta sangat wajar tidak
mengetahui batas-batas (ketentuan) yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
98. Di antara
orang-orang Arab Badui ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan
Allah) sebagai suatu kerugian dan menunggu mara bahaya menimpamu. Merekalah
yang pasti akan ditimpa giliran (azab) yang buruk. Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.
99. Di antara
orang-orang Arab Badui ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia
memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai (sarana) mendekatkan
diri kepada Allah dan (sarana untuk memperoleh) doa-doa Rasul. Ketahuilah,
sesungguhnya (infak) itu (suatu sarana) bagi mereka untuk mendekatkan diri
(kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
100. Orang-orang yang
terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin
dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada
mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
101. Di antara
orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik.
(Demikian pula) di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik),
mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Nabi Muhammad) tidak
mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Mereka akan Kami siksa dua
kali,331) kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
331) Kali pertama, mereka kalah dari Nabi Muhammad saw. dan
umat Islam; dan kali kedua, kemunafikan mereka diungkap oleh Allah Swt. Bisa
juga diartikan bahwa azab yang pertama adalah azab dunia dan yang kedua adalah
azab kubur, karena ayat ini ditutup dengan penegasan adanya azab akhirat (ṡumma yuraddūna ilā ‘ażābin ‘aẓīm).
102. (Ada pula)
orang-orang lain yang mengakui dosa-dosanya. Mereka mencampuradukkan amal yang
baik dengan amal lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
103. Ambillah zakat
dari harta mereka (guna) menyucikan332) dan membersihkan mereka, dan doakanlah
mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.
332) Zakat membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang
berlebihan terhadap harta.
104. Tidakkah mereka mengetahui
bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(-nya), dan bahwa
Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?
105. Katakanlah (Nabi
Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan
melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang
gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama
ini kamu kerjakan.”
106. Ada (pula)
orang-orang lain yang ditangguhkan (balasannya) menunggu keputusan Allah.
Mungkin Dia akan mengazab mereka dan mungkin Dia akan menerima tobat mereka.
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
107. (Di antara
orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana
(pada orang-orang yang beriman), (menyebabkan) kekufuran, memecah belah di
antara orang-orang mukmin, dan menunggu kedatangan orang-orang yang sebelumnya
telah memerangi Allah dan Rasul-Nya.333) Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami
hanya menghendaki kebaikan.” Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka itu
benar-benar pendusta (dalam sumpahnya).
333) Yang dimaksud dengan orang yang sebelumnya telah
memerangi Allah Swt. dan Rasul-Nya adalah seorang pendeta Nasrani bernama Abu
‘Amir yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syam untuk melaksanakan
salat di masjid yang mereka dirikan, serta membawa tentara Romawi yang akan
memerangi kaum muslim. Akan tetapi, Abu ‘Amir ini tidak jadi datang karena ia
mati di Syam. Masjid yang didirikan kaum munafik itu dirobohkan atas perintah
Rasulullah saw. berdasarkan wahyu yang diterimanya setelah kembali dari Perang
Tabuk.
108. Janganlah engkau
melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid
yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau
melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar
membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri.
109. Maka, apakah
orang-orang yang mendirikan bangunannya (masjid) atas dasar takwa kepada Allah
dan rida(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya
di sisi tepian jurang yang nyaris runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama
dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum
yang zalim.
110. Bangunan yang
mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan (kemunafikan) dalam
hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong.334) Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
334) Maksudnya, sampai mereka mati atau tidak dapat bertobat
lagi.
111. Sesungguhnya Allah
membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga yang Allah
peruntukkan bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka
membunuh atau terbunuh. (Demikian ini adalah) janji yang benar dari Allah di
dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya
daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan
itu. Demikian itulah kemenangan yang agung.
112. (Mereka itulah)
orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan
agama),335) rukuk dan sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat
mungkar, serta memelihara hukum-hukum Allah. Sampaikan kabar gembira kepada
orang-orang yang beriman.
335) Menurut sebagian mufasir, termasuk golongan ini adalah
mereka yang berpuasa.
113. Tidak ada hak bagi
Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi
orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya
bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim.
114. Adapun permohonan
ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya,336) tidak lain hanyalah karena
suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya
(Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri
darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya
lagi penyantun.
336) Permohonan ampunan Nabi Ibrahim a.s. untuk bapaknya
antara lain terdapat dalam surah Ibrāhīm (14): 41 dan Maryam (19): 47.
115. Allah sekali-kali
tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah Dia memberinya petunjuk sampai Dia
menjelaskan kepadanya apa yang harus mereka jauhi.337) Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.
337) Seorang hamba tidak akan diazab oleh Allah Swt.
semata-mata karena kesesatannya, kecuali jika hamba itu melanggar
perintah-perintah yang sudah dijelaskan.
116. Sesungguhnya hanya
milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada
pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
117. Sungguh, Allah
benar-benar telah menerima tobat Nabi serta orang-orang Muhajirin dan
orang-orang Ansar yang mengikutinya pada masa-masa sulit setelah hati
sekelompok dari mereka hampir berpaling (namun) kemudian Allah menerima tobat
mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.
118. Terhadap tiga
orang338) yang ditinggalkan (dan ditangguhkan penerimaan tobatnya) hingga
ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka
pun (terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada
tempat lari dari (siksaan) Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian (setelah
itu semua) Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
338) Ketiga orang itu adalah Ka‘b bin Malik, Hilal bin
Umayyah, dan Mararah bin Rabi‘. Mereka disalahkan karena tidak mau ikut serta
dalam Perang Tabuk.
119. Wahai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang
benar!
120. Tidak sepatutnya
bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka
untuk tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas
(pula) bagi mereka untuk lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai)
dirinya (Rasulullah). Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan,
kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah; tidak (pula) menginjak suatu tempat
yang membangkitkan amarah orang-orang kafir; dan tidak menimpakan suatu bencana
kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu
amal kebajikan. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik.
121. Tidaklah mereka
memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar, dan tidak (pula) melintasi
suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal
kebajikan) untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada
apa yang selama ini mereka kerjakan.
122. Tidak sepatutnya
orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari
setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk
memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?
123. Wahai orang-orang
yang beriman, perangilah orang-orang kafir339) di sekitarmu dan hendaklah
mereka merasakan sikap tegas darimu. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang
yang bertakwa.
339) Islam tidak mengajari umat muslim untuk memerangi orang
kafir karena kekufurannya. Izin perang hanya diberikan demi menghindarkan diri
dari segala bentuk kezaliman (dalam rangka membela diri), seperti jika orang
Islam diserang.
124. Apabila diturunkan
suatu surah, di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah
di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun (bagi)
orang-orang yang beriman, (surah yang turun) ini pasti menambah imannya dan
mereka merasa gembira.
125. Adapun (bagi)
orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,340) (surah yang turun ini) akan
menambah kekufuran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan
kafir.
340) Penyakit batin pada ayat ini meliputi kekufuran,
kemunafikan, keragu-raguan, dan sebagainya.
126. Tidakkah mereka
(orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali
setiap tahun, tetapi mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil
pelajaran?
127. Apabila diturunkan
suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (dengan sikap
mengejek sambil berkata), “Adakah seseorang (dari kaum muslim) yang melihat
kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan
mereka adalah kaum yang tidak memahami.
128. Sungguh, benar-benar
telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya
penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan)
bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.
129. Jika mereka berpaling
(dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada
tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik
‘Arasy (singgasana) yang agung.”
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar